Friday, March 15, 2013

Menampilkan diri sebagai umat yang taat dan patuh terhadap ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari


Pengertian dan Tujuan Penampilan Diri
Dalam menangani pelayanan prima yang dapat disumbangkan oleh jajaran petugas terhadap para pelanggan adalah hasil berbagai proses yang saling mendukung. Antara lain manajemen pengelolaan yang baik, sumber daya manusia yang cekatan dan jalinan hubungan yang saling menguntungkan antara perusanhaan dengan pihak lain yang terkait. Pelayanan prima adalah usaha maksimum dari jajaran petugas pelayanan sebagai ujung tombak perusahaan industri jasa pelayanan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan dalam melakukan kegiatan pembeliannya.

Ada beberapa hal yang yang terkait dalam rangka melaksanakan pelayanan prima berdasarkan konsep sikap, yaitu pelayanan pelanggan berdasarkan penampilan diri. Penampilan adalah suatu bentuk citra diri yang terpancar pada diri seseorang dan merupakan sarana komunikasi diri kita dengan orang lain. Berpenampilan menarik adalah salah satu bagian dari kunci sukses dalam bekerja, terutama pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain.

Penampilan diri yang baik adalah perpaduan dari keserasian penampilan luar (fisik) dan penampilan yang timbul dari diri kita (rohani).Agar dapat tampil serasi di depan pelanggan kita harus Dapat memenuhi beberapa persyaratan, seperti:

a) Kesehatan tubuh berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi harus bergizi, dan selalu berolahraga
b) Perawatan anggota tubuh, seperti: perawatan kulit, perawatan wajah, perawatan tangan dan kaki, perawatan rambut serta menghilangkan bau badan dan nafas tidak sedap.

Cara berbusana biasanya memancarkan kepribadian orang yang memakainya. Dari cara berbusana seseorang dapat dilihat kepribadiannya, tingkat pendidikannya, lingkungan pergaulannya, dan seleranya. Untuk dapat tampil dengan busana yang serasi harus memiliki pengetahuan tentang tentang pilihan yang berhubungan dengan kepribadian dan pembawaan sipemakai, mampu menyesuaikan dengan kebutuhan, adat istiadat dan lingkungan/ suasana dan kesempatan.


           Agama yang kita pelajari bukan hanya sebagai pengetahuan, namun harus di sertai keyakinan dan keimanan untuk mengamalkannya. Semakin banyak mempelajari agama, semakin bertambahlah pengetahuan keagamaan kita. Oleh sebab igtu hendaknya semakin meninkat swadharma atau ibadahnya dan rasa social serta kesetia-kawanannya. Keyakinan kepada Tuhan Yang maha Esa dan ajaran agama mendorong manusia dan masyarakat untuk berbuat baik dan benar. Kebaikan dan kebenaran adalah anugrah tuhan yang wajib kita jalankan. Beribadah kepada tuhan merupakan kewajiban kita sebagai makhluk insan, dan hamba tuhan. Ikut serta dalam berbagai kegiatan-kegiatan social merupakan kepedulian kita sebagai pencerminan orang yang taat swadarma. Perbuatan yang dapat dikatakan sebagai pencerminan bahwa seseorang taat dan patuh  terhadap ajaraan agamanya, meliputi;
A.    Menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dalam berbagai macam kehidupan.
          Kegiatan keagamaan bukan hanya dapat dilaksanakan dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan, tetapi dapat juga di laksanakan dengan mawas diri dan mulat sarira.
B.     Membiasakan diri untuk selalu berpikir, berucap dan berprilaku yang baik.
           Dalam kehidupan sehari-hari kita harus berpikir, berucap dan berperilaku yang baik. Merendahkan diri kepada orang lain, tidak suka membanggakan diri sendiri, sabar dalam menghadapi ganguan dan cobaan serta tidak marah, mengeluh serta berputus asa. Hindarkan diri dari perbuatan memutus tali persahabatan sesama teman. Tidak suka bertengkar apalagi berkelahi atau tawuran. Setiap orang harus merasa malu untuk melakukan perbuatan yang buruk walaupun tidak ada yang melihatnya. Ajaran agama mengajarkan bahwa Tuhan maha melihat.
C.     Melakukan bhakti social dipanti social bersama masyarakat.
          Bhakti social adalah kegiatan yang dilakukan atas dasar sukarela dan penuh keihklasan untuk kepentingan bersama maupun untuk menolong orang lain. Kegiatan ini dapat di lakukan dengan memberikan bangtuan material maupun spiritual ke panti-panti asuhanm, panti jompo maupun tempat-tempat penampungan korban bencana alam. Bhakti social bersama masyarakat dapat di wujudkan dengan kerja bhakti bersama membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan-jalan kampong yang rusak, dan ikut mendirikan rumah bagi penduduk yang sedang ditimpa bencana alam.
D.    Bhakti dan taat terhadap orang tua, guru,dan orang yang lebih tua.
        Berbhakti kepada orang tua, guru, dan orang yang dituiakan berarti kita mau mendengarkan dan mampu melaksanakan nasehat-nasehatnya, menghormati, menyayangi, dan tidak pernah berpikir, berkata serta berperilaku menyakiti perasaan mereka. Hal semacam ini penting dilakukan kepada mereka yang patut kita hormati.
E.     Membiasakan diri mengoreksi diri sendiri serta perbuatan yang selaras dengan ketentuan-ketentuan agama dan Negara.
          Selalu mengusahakan dan mengupayakan mawas diri serta koreksi diri adalah perbuatan yang terpuji. Mawas dimaksudkan agar kita tidak terpengaruh oleh berbagai desas desus yang membawa ke arah ke hancuran kita tidak boleh gegabah dalam bertindak sebelum tau betul sesuatu apa yang seharusnya diperbuat. Koreksilah diri kita terlebih dahulu apakah perbuatn-perbuatan kita sudah sesuai dengan ketentu agama maupun ketentuan negara. Untuk dapat mengoreksi diri di perlukan kejujuran dan keberanian. Apakah tingkah laku kita memang belum sesuai dengan ketentuan itu, maka segeralah kita berusaha memperbaikinya. Dengan mawas diri dan koreksi diri dapat membawa kita selalu berada di jalan yang benar dan terhindar dari perbuatan tercela.
   Dalam kehidupan ini, kita di harapkan dapat bekerja-sama, salingmenyayangi, saling memberi dan menerima, serta saling mengigatkan dan menasehati. Terkadang kita berbuat suatu kesalahan atau berbuat yang merugikan berbagai pihak tanpa kita sadari. Kita harus siap menerima teguran dari kawan atau siapa saja. Kawan yang baik adalah kawan yang mau menunjukkan kesalahan kita, bukan kawan yang selalu memuji-muji kita saja.
            Demikianlah setiap umat hendaknya dapat mematuhi dan menaati ajaran agamanya masing-masing. Dianatara mereka yang sudah mematuhi dan menaati ajaran agama sesungguhnya adalah orang-orang yang berbudi pekerti luhur.    


No comments:

Post a Comment

Related Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...